Asyiknya Naik Ferry Bersama Orang Tercinta
" Secuil kisah tertulis manja, akan kisah manis saat bersama, memadu kasih dalam irama, kenangan tak terlupa di laut Indonesia ".
Mungkin itulah secuil dari puisi yang tercipta kala itu, di Kapal Ferry Surabaya - Madura. Menyeberangi selat madura menggunakan kapal Ferry merupakan satu-satunya moda transportasi yang bisa digunakan. Karena waktu itu, jembatan Suramadu masih dalam proyek pengerjaan.
Waktu itu, liburan panjang telah tiba, kedua orang tua mengajak aku untuk jalan-jalan keliling Surabaya. Rencana yang awalnya pergi ke Bonbin (Kebun Binatang) Surabaya, tiba-tiba berubah haluan. Dan tidak ku sangka, ternyata mereka mengajakku untuk naik kapal Ferry bersama.
Awalnya aku mengira bahwa naik kapal Ferry merupakan hal yang biasa, karena hampir tiap hari aku selalu naik kapal (meski bukan kapal Ferry). Namun, sungguh di luar dugaanku, saat pertama kali naik, ada sesuatu hal yang menggodaku untuk langsung menuju kesana, sebuah kapal-kapal besar yang tidak pernah ku lihat sebelumnya, hingga akupun lupa jika aku belum membeli tiket naiknya.
Sesampainya aku diatas kapal, aku berkeliling-keling memutari seluruh kapal, hingga orang tuaku pun kewalahan untuk mengejarku dan menyuruhku diam di tempat.
Tidak terasa, isi kapalpun penuh. Dan saat yang ku tunggu-tunggu sudah tiba, menikmati keindahan lautan Indonesia diatas kapal Ferry, disertai dengan semilir angin laut yang hilir mudik menerpa tubuhku. Belum sampai setengah perjalanan, sebuah rasa ingin tahuku muncul tatkala melihat patung besar nan gagah terlihat. Aku bertanya kepada kedua orang tuaku mengenai apa sebutan patung itu, dan orang tuaku pun menjawab, bahwa patung tersebut merupakan Monumen Jalesveva Jayamahe yang mana fungsi dari monumen tersebut adalah sebagai mercusuar untuk kapal-kapal besar.
Hilir mudik mengililingi seluruh kapal Ferry, melihat kapal-kapal besar yang beraneka ragam. Dan ketika hampir mencapai Pulau Madura, mataku terfokus pada sebuah air yang berbeda warna dan seakan-akan tidak mau bercampur satu sama lain. Sebuah karya Tuhan yang tidak mungkin bisa manusia ciptakan. Dan sampailah pada tujuan terakhir, yakni pelabuhan Kamal, Pulau Madura. Kita semuapun turun, dan berjalan-jalan sebentar untuk sebelum akhirnya kita kembali ke Surabaya.
Tidak banyak yang bisa ku ceritakan diperjalananku bersama orang-orang terkasihku ini, dikarenakan tidak banyak kata yang bisa menggambarkan seluruh kebahagiaan saat menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan bersama mereka.
Mungkin sedikit informasi bagi kalian semua, terutama bagi yang belum pernah naik kapal Ferry. Naik kapal Ferry bukan hanya sebuah perjalanan untuk menuju satu tempat ke tempat yang lainnya, yang mana tempat itu dipisahkan oleh selat ataupun lautan, akan tetapi bisa sebagai sarana wisata murah keluarga ataupun hanya sekedar menikmati suasana yang berbeda setelah menjalani rutinitas sehari-hari. Kapal Ferry yang ada di Indonesia ini dikelolah oleh PT. ASDP Indonesia Ferry, jadi jangan takut jikalau di kapal Ferry akan terjadi masalah-masalah yang tidak diinginkan. Di kapal Ferry juga banyak banyak fasilitas umum, yang mana tidak akan membuat kita kesusahan saat menjani berbagai aktifitas pribadi kita, misalnya kamar mandi, musholah, kantin, dan lainnya.
Teknologi semakin maju, dan kapal Ferry merupakan salah satu moda transportasi yang tidak pernah pudar dimakan kemajuan. Rasa Syukur kepada Tuhan selalu kupanjatkan, betapa bahagianya bisa lahir di negara yang penuh akan pulau-pulau kecil. Mungkin jika aku dilahirkan dinegara tanpa kepulauan, pastilah sangat susah untuk bisa menikmati liburan murah ini. Dan apa jadinya Indonesia jika tidak ada kapal Ferry?! Yang maju mungkin akan semakin maju, tapi yang terbelakang, bisa jadi makin terbelakang.
Mungkin hanya itulah yang bisa saya tuliskan, besar harapanku agar kita semua bisa menikmati liburan yang murah meriah ini. Tidak perlu menggunakan teknologi yang semakin maju untuk bisa bahagia, cukup bersama keluarga naik kapal Ferry menikmati keindahan alam, jauh lebih berharga dan bahagia. Ada sebuah pantun, bagi kalian yang berlum pernah naik kapal Ferry;
Bakar ikan sambil berdiri,
Biar gak bosan, goyangkan kaki,
Ayo kita semua naik kapal Ferry,
Daripada menyesal, dikemudian hari.
#AsyiknyaNaikFerry
Mungkin itulah secuil dari puisi yang tercipta kala itu, di Kapal Ferry Surabaya - Madura. Menyeberangi selat madura menggunakan kapal Ferry merupakan satu-satunya moda transportasi yang bisa digunakan. Karena waktu itu, jembatan Suramadu masih dalam proyek pengerjaan.
Waktu itu, liburan panjang telah tiba, kedua orang tua mengajak aku untuk jalan-jalan keliling Surabaya. Rencana yang awalnya pergi ke Bonbin (Kebun Binatang) Surabaya, tiba-tiba berubah haluan. Dan tidak ku sangka, ternyata mereka mengajakku untuk naik kapal Ferry bersama.
Awalnya aku mengira bahwa naik kapal Ferry merupakan hal yang biasa, karena hampir tiap hari aku selalu naik kapal (meski bukan kapal Ferry). Namun, sungguh di luar dugaanku, saat pertama kali naik, ada sesuatu hal yang menggodaku untuk langsung menuju kesana, sebuah kapal-kapal besar yang tidak pernah ku lihat sebelumnya, hingga akupun lupa jika aku belum membeli tiket naiknya.
Sesampainya aku diatas kapal, aku berkeliling-keling memutari seluruh kapal, hingga orang tuaku pun kewalahan untuk mengejarku dan menyuruhku diam di tempat.
Tidak terasa, isi kapalpun penuh. Dan saat yang ku tunggu-tunggu sudah tiba, menikmati keindahan lautan Indonesia diatas kapal Ferry, disertai dengan semilir angin laut yang hilir mudik menerpa tubuhku. Belum sampai setengah perjalanan, sebuah rasa ingin tahuku muncul tatkala melihat patung besar nan gagah terlihat. Aku bertanya kepada kedua orang tuaku mengenai apa sebutan patung itu, dan orang tuaku pun menjawab, bahwa patung tersebut merupakan Monumen Jalesveva Jayamahe yang mana fungsi dari monumen tersebut adalah sebagai mercusuar untuk kapal-kapal besar.
Hilir mudik mengililingi seluruh kapal Ferry, melihat kapal-kapal besar yang beraneka ragam. Dan ketika hampir mencapai Pulau Madura, mataku terfokus pada sebuah air yang berbeda warna dan seakan-akan tidak mau bercampur satu sama lain. Sebuah karya Tuhan yang tidak mungkin bisa manusia ciptakan. Dan sampailah pada tujuan terakhir, yakni pelabuhan Kamal, Pulau Madura. Kita semuapun turun, dan berjalan-jalan sebentar untuk sebelum akhirnya kita kembali ke Surabaya.
Tidak banyak yang bisa ku ceritakan diperjalananku bersama orang-orang terkasihku ini, dikarenakan tidak banyak kata yang bisa menggambarkan seluruh kebahagiaan saat menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan bersama mereka.
Mungkin sedikit informasi bagi kalian semua, terutama bagi yang belum pernah naik kapal Ferry. Naik kapal Ferry bukan hanya sebuah perjalanan untuk menuju satu tempat ke tempat yang lainnya, yang mana tempat itu dipisahkan oleh selat ataupun lautan, akan tetapi bisa sebagai sarana wisata murah keluarga ataupun hanya sekedar menikmati suasana yang berbeda setelah menjalani rutinitas sehari-hari. Kapal Ferry yang ada di Indonesia ini dikelolah oleh PT. ASDP Indonesia Ferry, jadi jangan takut jikalau di kapal Ferry akan terjadi masalah-masalah yang tidak diinginkan. Di kapal Ferry juga banyak banyak fasilitas umum, yang mana tidak akan membuat kita kesusahan saat menjani berbagai aktifitas pribadi kita, misalnya kamar mandi, musholah, kantin, dan lainnya.
Teknologi semakin maju, dan kapal Ferry merupakan salah satu moda transportasi yang tidak pernah pudar dimakan kemajuan. Rasa Syukur kepada Tuhan selalu kupanjatkan, betapa bahagianya bisa lahir di negara yang penuh akan pulau-pulau kecil. Mungkin jika aku dilahirkan dinegara tanpa kepulauan, pastilah sangat susah untuk bisa menikmati liburan murah ini. Dan apa jadinya Indonesia jika tidak ada kapal Ferry?! Yang maju mungkin akan semakin maju, tapi yang terbelakang, bisa jadi makin terbelakang.
Mungkin hanya itulah yang bisa saya tuliskan, besar harapanku agar kita semua bisa menikmati liburan yang murah meriah ini. Tidak perlu menggunakan teknologi yang semakin maju untuk bisa bahagia, cukup bersama keluarga naik kapal Ferry menikmati keindahan alam, jauh lebih berharga dan bahagia. Ada sebuah pantun, bagi kalian yang berlum pernah naik kapal Ferry;
Bakar ikan sambil berdiri,
Biar gak bosan, goyangkan kaki,
Ayo kita semua naik kapal Ferry,
Daripada menyesal, dikemudian hari.
#AsyiknyaNaikFerry

0 Komentar Untuk "Asyiknya Naik Ferry Bersama Orang Tercinta"
Posting Komentar